GENGGAM DUNIA
kedewasaan membawamu
tinggalkan kenangan
padahal apa yang kau lalui
itulah yang membentukmu saat ini
genggaman pertama
menghirup udara pagi
sebagai keyakinan
sesungguhnya kau mampu
menggenggam dunia
untuk kau letakkan diantara
jemarimu sebagai mainan
yang dapat kau lempar
setinggi yang kau mau
ingatlah gema kebahagiaan
disela tangis
hiruk pikuk insan memandu
melangkah melewati
garis tangan terkepal
waktu itu hari dimana
kini kau tersenyum lugu
kedewasaan membawamu
tinggalkan kenangan
padahal apa yang kau lalui
itulah yang membentukmu saat ini
genggaman pertama
menghirup udara pagi
sebagai keyakinan
sesungguhnya kau mampu
menggenggam dunia
untuk kau letakkan diantara
jemarimu sebagai mainan
yang dapat kau lempar
setinggi yang kau mau
ingatlah gema kebahagiaan
disela tangis
hiruk pikuk insan memandu
melangkah melewati
garis tangan terkepal
waktu itu hari dimana
kini kau tersenyum lugu
PALSU
denyut jantung memompa
lirih nada jangkrik
dibalik tembok kesunyian
berirama sahut-sahutan
mengusir segala macam resah
yang inat akanmu
disini...
dimalam ini...
dan pada setiap detiknya aku
hargai sebuah sajak-sajak indah
mengalir terus tanpa henti
dari bawah rimbun bukit harapan
cernalah...
syair yang keluar dari cintaku
hingga sulit mengungkapkan
kata pujangga terpendam
jauh...
sampai mutiara hati
rindu merangkul kesunyian
kunang-kunang yang sembunyi di balik
ilalang...
isyaratkan keindahan
bercahaya...
aku mampu mengagumimu
lain kali kugapai hatimu
denyut jantung memompa
lirih nada jangkrik
dibalik tembok kesunyian
berirama sahut-sahutan
mengusir segala macam resah
yang inat akanmu
disini...
dimalam ini...
dan pada setiap detiknya aku
hargai sebuah sajak-sajak indah
mengalir terus tanpa henti
dari bawah rimbun bukit harapan
cernalah...
syair yang keluar dari cintaku
hingga sulit mengungkapkan
kata pujangga terpendam
jauh...
sampai mutiara hati
rindu merangkul kesunyian
kunang-kunang yang sembunyi di balik
ilalang...
isyaratkan keindahan
bercahaya...
aku mampu mengagumimu
lain kali kugapai hatimu
RIUH
ya rasul...
setelah getar kemanusiaanku
di panas jalanan tercecer
wajahku...
aku temukan menjadi thagut
yang tercabik tajam pedang ibrahim
lalu tangisan menjadi teriakan
hiruk pikuk perang badar
ruhku terkapar di kaki bukit uhud...
perih
senyap
dan kalah.
ya rasul...
setelah getar kemanusiaanku
di panas jalanan tercecer
wajahku...
aku temukan menjadi thagut
yang tercabik tajam pedang ibrahim
lalu tangisan menjadi teriakan
hiruk pikuk perang badar
ruhku terkapar di kaki bukit uhud...
perih
senyap
dan kalah.
ARTI
berarti bukan tak berarti
disanalah
terkumandang
hiruk pikuk gelombang
terbakar...
manjadi serpihan puing-puing jagad
tuhan...
kau cahaya
kilaumu menembus jaman
jejak-jejak tapak terikuti
sampai tanah-tanah
gersang tak bertepi
sedang aku nyenyak...!
dimalam berkepanjangan.
berarti bukan tak berarti
disanalah
terkumandang
hiruk pikuk gelombang
terbakar...
manjadi serpihan puing-puing jagad
tuhan...
kau cahaya
kilaumu menembus jaman
jejak-jejak tapak terikuti
sampai tanah-tanah
gersang tak bertepi
sedang aku nyenyak...!
dimalam berkepanjangan.
SUNGGUH
pulau kapuk menjadi saksi
desahmu memanggil namaku
rintihan darah segar membalut
akar merobek kulitmu
disela semak belukar
sungguh...
menguras keringat
tak puas bersimbah resah
langkahmu mengayun-ayun tanpa lelah
meliuk-liuk menyusupi bukit
diatas jalan becek berlumpur
kau terjebak kawah belerang
sungguh...
mandi menikmati
disini hangat
tempat kita bercinta
pulau kapuk menjadi saksi
desahmu memanggil namaku
rintihan darah segar membalut
akar merobek kulitmu
disela semak belukar
sungguh...
menguras keringat
tak puas bersimbah resah
langkahmu mengayun-ayun tanpa lelah
meliuk-liuk menyusupi bukit
diatas jalan becek berlumpur
kau terjebak kawah belerang
sungguh...
mandi menikmati
disini hangat
tempat kita bercinta
TANGISAN
rangkaianku berupa
tulang dan darah
jantung ini rajutan ular
tangisan...
daging dan kulit
hanya menutupi busuknya hati
berpijak diatas tangisan
tangisan...
bertemanlah denganku
sebab taring ini dahaga akan rasa
rangkaianku berupa
tulang dan darah
jantung ini rajutan ular
tangisan...
daging dan kulit
hanya menutupi busuknya hati
berpijak diatas tangisan
tangisan...
bertemanlah denganku
sebab taring ini dahaga akan rasa
TUNGGU
sebelum matahari tergelincir
saat berdiri di tepi jurang
dengan perasaan
cadas...
aku kan terbang bersama
elang menyusuri sungai
sungai kecil nan jernih
tunggu...
saat yang kau tunggu...!
sebelum matahari tergelincir
saat berdiri di tepi jurang
dengan perasaan
cadas...
aku kan terbang bersama
elang menyusuri sungai
sungai kecil nan jernih
tunggu...
saat yang kau tunggu...!
TAHUN BARU
disaat malam tiba
semarak terompet menyambutmu
meninggalkan senja
hai langit biru
jalanlah songsong masa baru?
disaat malam tiba
semarak terompet menyambutmu
meninggalkan senja
hai langit biru
jalanlah songsong masa baru?
HARI
ini permulaan
bagi hari baru
tuhan telah mengaruniakan
hari ini untuk digunakan
sebagaimana kita mau
boleh ku sia-siakan atau
tumbuh dibawah sinarnya
apa yang kulakukan pada hari ini
sangat penting
karena aku menukarkan
sehari hidupku dengannya
bila esok menjelang
hari ini akan pergi untuk selamanya
aku harap aku takkan menyesal
dengan harga yang telah ku bayar
untuknya.
ini permulaan
bagi hari baru
tuhan telah mengaruniakan
hari ini untuk digunakan
sebagaimana kita mau
boleh ku sia-siakan atau
tumbuh dibawah sinarnya
apa yang kulakukan pada hari ini
sangat penting
karena aku menukarkan
sehari hidupku dengannya
bila esok menjelang
hari ini akan pergi untuk selamanya
aku harap aku takkan menyesal
dengan harga yang telah ku bayar
untuknya.
DINDA
beri waktu menjawab
pertanyaanmu dibahuku
bila tak percaya
bila tangis menjadi senjata
bila kita mulai tak setia
perasaanmu bertanya-tanya
dan pada dasarnya tanya itu
hanya perasaan saja
mengertilah...
tak perlu kau hujaniku
dengan tangis dan tanya
aku pun sudah basah
dalam cintamu semata
...dinda...
beri waktu menjawab
pertanyaanmu dibahuku
bila tak percaya
bila tangis menjadi senjata
bila kita mulai tak setia
perasaanmu bertanya-tanya
dan pada dasarnya tanya itu
hanya perasaan saja
mengertilah...
tak perlu kau hujaniku
dengan tangis dan tanya
aku pun sudah basah
dalam cintamu semata
...dinda...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar