SONETA JANJI SENIMAN
dengan seni haluskan jiwa
kobarkan semangat
mengisi kemerdekaan negeri ini
memicu semangat
hidup bangsa yang masih berjuang
menggapai tujuan
bukan hanya sekedar hiburan
apalagi dagelan belaka
jadi perekat kesatuan bangsa
benar-benar memiliki roh kekuatan
untuk melakukan perubahan
dengan seni haluskan jiwa
kobarkan semangat
mengisi kemerdekaan negeri ini
memicu semangat
hidup bangsa yang masih berjuang
menggapai tujuan
bukan hanya sekedar hiburan
apalagi dagelan belaka
jadi perekat kesatuan bangsa
benar-benar memiliki roh kekuatan
untuk melakukan perubahan
SONETA DONGENG BETAWI
masyarakat itu sendiri pahlawan terbaik
pahlawan yang hidup didalam hati
masyarakat itu sendiri diidealkan
mengandung nilai-nilai luhur
(nga-so-si/ngaji-solat-silat)
proses penyampain dan penyebarannya
melalui "ngebuleng-ngerahul"
(dongeng Betawi)
dapat dijadikan sebagai fungsi nilai-nilai luhur
dan identitas bagi masyarakat Betawi
(nilai-nilai moralitas lebih utama bagi masyarakat).
masyarakat itu sendiri pahlawan terbaik
pahlawan yang hidup didalam hati
masyarakat itu sendiri diidealkan
mengandung nilai-nilai luhur
(nga-so-si/ngaji-solat-silat)
proses penyampain dan penyebarannya
melalui "ngebuleng-ngerahul"
(dongeng Betawi)
dapat dijadikan sebagai fungsi nilai-nilai luhur
dan identitas bagi masyarakat Betawi
(nilai-nilai moralitas lebih utama bagi masyarakat).
SONETA LEGENDA BETAWI
lebih banyak "mitos" dari pada "historis"
kedua-duanya muncul bersamaan
dari "mitos" memancarkan cahaya-cahaya
dan nilai-nilai norma moral
simbol keresahan berkat kesenjangan sosial
masyarakat Betawi pada abad ke-19
khazanah tradisi lisan nusantara
"buah-hasil" kecerdasan
(kerja produsen intelektual) masyarakat Betawi
intervensi budaya perlu dibudidayakan
sebagai bentuk "intelektualitas"
lebih banyak "mitos" dari pada "historis"
kedua-duanya muncul bersamaan
dari "mitos" memancarkan cahaya-cahaya
dan nilai-nilai norma moral
simbol keresahan berkat kesenjangan sosial
masyarakat Betawi pada abad ke-19
khazanah tradisi lisan nusantara
"buah-hasil" kecerdasan
(kerja produsen intelektual) masyarakat Betawi
intervensi budaya perlu dibudidayakan
sebagai bentuk "intelektualitas"
SONETA REFORMASI
berdasi
berdiri di kursi
berdiskusi
bicara konsumsi
berkoalisi
ingin bergengsi
beroposisi
berebut sensasi
berdasi, berdiskusi, berkoalisi
beroposisi akhirnya Korupsi
reformasi seperti nasi basi
berdasi
berdiri di kursi
berdiskusi
bicara konsumsi
berkoalisi
ingin bergengsi
beroposisi
berebut sensasi
berdasi, berdiskusi, berkoalisi
beroposisi akhirnya Korupsi
reformasi seperti nasi basi
SONETA MEMBISU
malam menjelang
tubuh dingin sendirian
tak ada selimut membentang
semua hanyut terbawa kalut
kasur hidup telah hilang lenyap
bersama angan mengepak terbang
bantal guling jadi saksi hidup
membisu
dikala diri tumpahkan
mimpi kenikmatan
malam menjelang
tubuh dingin sendirian
tak ada selimut membentang
semua hanyut terbawa kalut
kasur hidup telah hilang lenyap
bersama angan mengepak terbang
bantal guling jadi saksi hidup
membisu
dikala diri tumpahkan
mimpi kenikmatan
SONETA DILEMA KEHIDUPAN
hujan turun menderas berkepanjangan
pikiran-pikiran aneh muncul bersamaan
hidup bukan cuma makan dan makan
dari makan ke makan jadi keharusan
tak bisa peka terhadap penderitaan
kesukaran besar dalam kehidupan
bukan apa-apa bukan siapa siapa
pandangan tunggal semua manusia
tenang hadapi nasib yang terdapati
disebabkan oleh kesalahan sendiri
dalam hidup mati sebelum mati
hujan turun menderas berkepanjangan
pikiran-pikiran aneh muncul bersamaan
hidup bukan cuma makan dan makan
dari makan ke makan jadi keharusan
tak bisa peka terhadap penderitaan
kesukaran besar dalam kehidupan
bukan apa-apa bukan siapa siapa
pandangan tunggal semua manusia
tenang hadapi nasib yang terdapati
disebabkan oleh kesalahan sendiri
dalam hidup mati sebelum mati
SONETA KEBAHAGIAAN
bahagia terliputi nafsu sembunyi dalam ingin
ilmu teraih dengan suci kaki dan sungguh hati
gelis menggebu berdiri di tepi jurang cadas
puask ingin sesaat lompatan membawa nikmat
tanpa sadar tubuh remuk tertindih bangunan nafsu
berjuang bersihkan diri meniti kebahagiaan hakiki
saat sapaan hina masuk telinga hati menerima
bahagia tertahan sejenak sulit mencari kesenangan
kegelisahan terdapati bersama kepayahan
ada kemudahan tak mungkin teraih bahagia
dengan senang senang belaka.
bahagia terliputi nafsu sembunyi dalam ingin
ilmu teraih dengan suci kaki dan sungguh hati
gelis menggebu berdiri di tepi jurang cadas
puask ingin sesaat lompatan membawa nikmat
tanpa sadar tubuh remuk tertindih bangunan nafsu
berjuang bersihkan diri meniti kebahagiaan hakiki
saat sapaan hina masuk telinga hati menerima
bahagia tertahan sejenak sulit mencari kesenangan
kegelisahan terdapati bersama kepayahan
ada kemudahan tak mungkin teraih bahagia
dengan senang senang belaka.
SONETA GANJALAN KENYATAAN
berlari bersama angan
menghirup aroma bunga
harapan dan impian
menunggu di depan
namun perasaan
terus jadi ganjalan
berhenti sejenak
ditengah perjalanan
akankah dapat bertahan
ditengah hiruk pikuk
gelombang kenyataan
berlari bersama angan
menghirup aroma bunga
harapan dan impian
menunggu di depan
namun perasaan
terus jadi ganjalan
berhenti sejenak
ditengah perjalanan
akankah dapat bertahan
ditengah hiruk pikuk
gelombang kenyataan
PELANGI
bel itu tak lama lagi akan dipencet oleh penjaga
pertanda usailah sudah semua
merah
kuning
hijau
biru
dan warna lainnya sebatas tanda
pada hitungan jari
semua akan kembali
bersatu untuk berseteru atau bercumbu
macet
mepet
mencret
semua bergantung pada nilai
dari apa yang telah dituai
dan pada kertas putih ini
tinta berjanji akan terus melumuri
merah
kuning
hijau
biru
tergantung trend
dalam menentukan warna
pada akhirnya kini semua berwarna
bel itu tak lama lagi akan dipencet oleh penjaga
pertanda usailah sudah semua
merah
kuning
hijau
biru
dan warna lainnya sebatas tanda
pada hitungan jari
semua akan kembali
bersatu untuk berseteru atau bercumbu
macet
mepet
mencret
semua bergantung pada nilai
dari apa yang telah dituai
dan pada kertas putih ini
tinta berjanji akan terus melumuri
merah
kuning
hijau
biru
tergantung trend
dalam menentukan warna
pada akhirnya kini semua berwarna
PUJA PUJI
janganlah kau tinggi hati
ketika di puji
dan janganlah kau rendah diri
ketika di caci
di maki
karena pujian
cacian
dan makian
seonggok kehidupan
selagi ada matahari
kehidupan tetap berjalan
janganlah kau tinggi hati
ketika di puji
dan janganlah kau rendah diri
ketika di caci
di maki
karena pujian
cacian
dan makian
seonggok kehidupan
selagi ada matahari
kehidupan tetap berjalan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar