Selasa, 22 Juli 2014

Catatan Penyair Keder



SONETA JANJI SENIMAN

dengan seni haluskan jiwa
kobarkan semangat
mengisi kemerdekaan negeri ini
memicu semangat

hidup bangsa yang masih berjuang
menggapai tujuan
bukan hanya sekedar hiburan
apalagi dagelan belaka

jadi perekat kesatuan bangsa
benar-benar memiliki roh kekuatan
untuk melakukan perubahan

Top of Form

SONETA DONGENG BETAWI

masyarakat itu sendiri pahlawan terbaik
pahlawan yang hidup didalam hati
masyarakat itu sendiri diidealkan
mengandung nilai-nilai luhur

(nga-so-si/ngaji-solat-silat)
proses penyampain dan penyebarannya
melalui "ngebuleng-ngerahul"
(dongeng Betawi)

dapat dijadikan sebagai fungsi nilai-nilai luhur
dan identitas bagi masyarakat Betawi
(nilai-nilai moralitas lebih utama bagi masyarakat).

Top of Form
SONETA LEGENDA BETAWI

lebih banyak "mitos" dari pada "historis"
kedua-duanya muncul bersamaan
dari "mitos" memancarkan cahaya-cahaya
dan nilai-nilai norma moral

simbol keresahan berkat kesenjangan sosial
masyarakat Betawi pada abad ke-19
khazanah tradisi lisan nusantara
"buah-hasil" kecerdasan

(kerja produsen intelektual) masyarakat Betawi
intervensi budaya perlu dibudidayakan
sebagai bentuk "intelektualitas"

Top of Form
SONETA REFORMASI

berdasi
berdiri di kursi
berdiskusi
bicara konsumsi

berkoalisi
ingin bergengsi
beroposisi
berebut sensasi

berdasi, berdiskusi, berkoalisi
beroposisi akhirnya Korupsi
reformasi seperti nasi basi

Top of Form
SONETA MEMBISU

malam menjelang
tubuh dingin sendirian
tak ada selimut membentang
semua hanyut terbawa kalut

kasur hidup telah hilang lenyap
bersama angan mengepak terbang
bantal guling jadi saksi hidup

membisu
dikala diri tumpahkan
mimpi kenikmatan

Top of Form
SONETA DILEMA KEHIDUPAN

hujan turun menderas berkepanjangan
pikiran-pikiran aneh muncul bersamaan
hidup bukan cuma makan dan makan
dari makan ke makan jadi keharusan

tak bisa peka terhadap penderitaan
kesukaran besar dalam kehidupan
bukan apa-apa bukan siapa siapa
pandangan tunggal semua manusia

tenang hadapi nasib yang terdapati
disebabkan oleh kesalahan sendiri
dalam hidup mati sebelum mati

Top of Form
SONETA KEBAHAGIAAN

bahagia terliputi nafsu sembunyi dalam ingin
ilmu teraih dengan suci kaki dan sungguh hati
gelis menggebu berdiri di tepi jurang cadas
puask ingin sesaat lompatan membawa nikmat

tanpa sadar tubuh remuk tertindih bangunan nafsu
berjuang bersihkan diri meniti kebahagiaan hakiki
saat sapaan hina masuk telinga hati menerima
bahagia tertahan sejenak sulit mencari kesenangan

kegelisahan terdapati bersama kepayahan
ada kemudahan tak mungkin teraih bahagia
dengan senang senang belaka.

Top of Form
SONETA GANJALAN KENYATAAN

berlari bersama angan
menghirup aroma bunga
harapan dan impian
menunggu di depan

namun perasaan
terus jadi ganjalan
berhenti sejenak
ditengah perjalanan

akankah dapat bertahan
ditengah hiruk pikuk
gelombang kenyataan

Top of Form
PELANGI

bel itu tak lama lagi akan dipencet oleh penjaga
pertanda usailah sudah semua
merah
kuning
hijau
biru
dan warna lainnya sebatas tanda
pada hitungan jari
semua akan kembali
bersatu untuk berseteru atau bercumbu
macet
mepet
mencret
semua bergantung pada nilai
dari apa yang telah dituai
dan pada kertas putih ini
tinta berjanji akan terus melumuri
merah
kuning
hijau
biru
tergantung trend
dalam menentukan warna
pada akhirnya kini semua berwarna

Top of Form
PUJA PUJI

janganlah kau tinggi hati
ketika di puji
dan janganlah kau rendah diri
ketika di caci
di maki
karena pujian
cacian
dan makian
seonggok kehidupan
selagi ada matahari
kehidupan tetap berjalan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar