CERMIN
dahaga mengajar nafsu bersabar
bukan akal tak beri keinginan
namun ada saat dimana kesempatan
dapat digunakan keyakinan tumbuh
dalam naluri lalu berakar pada jiwa yang kuat
menggempur pojokkan picik diri cermin keadaan
terpampang didepan
dahaga mengajar nafsu bersabar
bukan akal tak beri keinginan
namun ada saat dimana kesempatan
dapat digunakan keyakinan tumbuh
dalam naluri lalu berakar pada jiwa yang kuat
menggempur pojokkan picik diri cermin keadaan
terpampang didepan
JANJI
tinggalkan bait yang belum selesai
syair sajak dan puisi tidurkan kepedihan
dipembaringan janji terbuai mimpi tak terbeli
tinggalkan bait yang belum selesai
syair sajak dan puisi tidurkan kepedihan
dipembaringan janji terbuai mimpi tak terbeli
PENANTIAN DIRI
setia membayang selipan waktu
memandu kuasa menyadur rasa
sekelebat senja mampukah semua
saat melantunkan saat terjawab tanya
dengan sisa sisa asa sabar menuntun
fajar menyentuh pagi membawa kering embun
saat terbasuh malam dibalik rembulan teresapi
diri terus menanti
setia membayang selipan waktu
memandu kuasa menyadur rasa
sekelebat senja mampukah semua
saat melantunkan saat terjawab tanya
dengan sisa sisa asa sabar menuntun
fajar menyentuh pagi membawa kering embun
saat terbasuh malam dibalik rembulan teresapi
diri terus menanti
TABAH
tabah ingin
selalu mencari seberkas sinar
pelita hati
tabah raga
rapuh tertinggal selintas hari
terbaca mimpi
tabah jiwa
meronta sepi
tabah hati
tak peduli
tabah ingin
selalu mencari seberkas sinar
pelita hati
tabah raga
rapuh tertinggal selintas hari
terbaca mimpi
tabah jiwa
meronta sepi
tabah hati
tak peduli
KHAYAL
Indah pagi sembunyi
dibalik sinar mentari
meratap
memaki
menipu
yakinkan diri
sekelebat bayang
malam kembali
bersatu saat semarak
menggema dihati
memantul di tenda
usang melahap duka
khayal kembali hilang
tertiup embun pagi
memandang kepingan
merah di langit angkasa
Indah pagi sembunyi
dibalik sinar mentari
meratap
memaki
menipu
yakinkan diri
sekelebat bayang
malam kembali
bersatu saat semarak
menggema dihati
memantul di tenda
usang melahap duka
khayal kembali hilang
tertiup embun pagi
memandang kepingan
merah di langit angkasa
KAWAN TERBAIk
hanya dengan keinginan-keinginan itu
kita dilempar-lempar
terlalu banyak kehilangan-kehilangan
inikah sebuah kekonyolan hidup
ataukah memang hidup kita yang konyol
hidup kita memang penuh pertanyaan
dalam ketersiaan hidup kita ini
dapatkah kita jadikan kawan terbaik
hanya dengan keinginan-keinginan itu
kita dilempar-lempar
terlalu banyak kehilangan-kehilangan
inikah sebuah kekonyolan hidup
ataukah memang hidup kita yang konyol
hidup kita memang penuh pertanyaan
dalam ketersiaan hidup kita ini
dapatkah kita jadikan kawan terbaik
TEKA TEKI
keterlaluan pergi pagi pulang sore
hasilnya nihil kerja gentayangan
apa arti pendidikan yang tinggi
bila melarat buncret begini
semua menjadi makanan teka teki
keterlaluan pergi pagi pulang sore
hasilnya nihil kerja gentayangan
apa arti pendidikan yang tinggi
bila melarat buncret begini
semua menjadi makanan teka teki
JALAN KELUAR
nanti juga ada jalan keluar
jangan buat hari demi hari
dengan pikiran yang sumpek
sesungguhnya semua itu
hanya mula mula
nanti juga semua terbiasa
dengan keadaan memaksa
nanti juga ada jalan keluar
jangan buat hari demi hari
dengan pikiran yang sumpek
sesungguhnya semua itu
hanya mula mula
nanti juga semua terbiasa
dengan keadaan memaksa
KEINGINAN
cukuplah semua membuka tangan
menutup mulut ringankan beban
yang terpikul
sampaikan segala keinginan-keinginan
yang tak mungkin dapat terpenuhi
cukuplah semua membuka tangan
menutup mulut ringankan beban
yang terpikul
sampaikan segala keinginan-keinginan
yang tak mungkin dapat terpenuhi
LELAH
sudah terlalu jauh menelusuri hidup
yang sedemikianpenuh kepahitan
kini tubuh lelah
kapankah semua ini akan berakhir?
sudah terlalu jauh menelusuri hidup
yang sedemikianpenuh kepahitan
kini tubuh lelah
kapankah semua ini akan berakhir?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar