Selasa, 22 Juli 2014

Catatan Penyair Keder



CERMIN

dahaga mengajar nafsu bersabar
bukan akal tak beri keinginan
namun ada saat dimana kesempatan
dapat digunakan keyakinan tumbuh
dalam naluri lalu berakar pada jiwa yang kuat
menggempur pojokkan picik diri cermin keadaan

terpampang didepan

Top of Form
JANJI

tinggalkan bait yang belum selesai
syair sajak dan puisi tidurkan kepedihan
dipembaringan janji terbuai mimpi tak terbeli

Top of Form
PENANTIAN DIRI

setia membayang selipan waktu
memandu kuasa menyadur rasa
sekelebat senja mampukah semua
saat melantunkan saat terjawab tanya
dengan sisa sisa asa sabar menuntun
fajar menyentuh pagi membawa kering embun
saat terbasuh malam dibalik rembulan teresapi

diri terus menanti

Top of Form
TABAH

tabah ingin
selalu mencari seberkas sinar

pelita hati

tabah raga
rapuh tertinggal selintas hari

terbaca mimpi

tabah jiwa
meronta sepi

tabah hati
tak peduli

Top of Form
KHAYAL

Indah pagi sembunyi
dibalik sinar mentari

meratap
memaki
menipu

yakinkan diri

sekelebat bayang
malam kembali
bersatu saat semarak
menggema dihati
memantul di tenda
usang melahap duka
khayal kembali hilang
tertiup embun pagi
memandang kepingan
merah di langit angkasa

Top of Form
KAWAN TERBAIk

hanya dengan keinginan-keinginan itu
kita dilempar-lempar
terlalu banyak kehilangan-kehilangan
inikah sebuah kekonyolan hidup
ataukah memang hidup kita yang konyol
hidup kita memang penuh pertanyaan
dalam ketersiaan hidup kita ini
dapatkah kita jadikan kawan terbaik

Top of Form
TEKA TEKI

keterlaluan pergi pagi pulang sore
hasilnya nihil kerja gentayangan
apa arti pendidikan yang tinggi
bila melarat buncret begini
semua menjadi makanan teka teki

Top of Form
JALAN KELUAR

nanti juga ada jalan keluar
jangan buat hari demi hari
dengan pikiran yang sumpek
sesungguhnya semua itu
hanya mula mula
nanti juga semua terbiasa
dengan keadaan memaksa

Top of Form
KEINGINAN

cukuplah semua membuka tangan
menutup mulut ringankan beban

yang terpikul

sampaikan segala keinginan-keinginan
yang tak mungkin dapat terpenuhi

Top of Form

LELAH

sudah terlalu jauh menelusuri hidup
yang sedemikianpenuh kepahitan

kini tubuh lelah

kapankah semua ini akan berakhir?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar