SEBILAH MIMPI
semua sama secara biologis
maupun teologis
setiap pilihan ada kesempatan
dimensi asumsi holistik
semacam sebilah mimpi
yang datangkan penyesalan
semua sama secara biologis
maupun teologis
setiap pilihan ada kesempatan
dimensi asumsi holistik
semacam sebilah mimpi
yang datangkan penyesalan
KEPASTIAN
pilihan mempesona
timbulkan pecikan
harapan menggumpal
rangsangan menggiurkan
sekaligus mengasyikkan
lantas semua meruap
ke sendi sendi kehidiupan
jangan tergesa- gesa
semua butuh kepastian
pilihan mempesona
timbulkan pecikan
harapan menggumpal
rangsangan menggiurkan
sekaligus mengasyikkan
lantas semua meruap
ke sendi sendi kehidiupan
jangan tergesa- gesa
semua butuh kepastian
SEPAKAT
betul -betul puyeng sekaligus lapar
kaitkan rencana yang telah matang
dengan faktor keyakinan dan takdir
sebuah pengakuan dan penyesalant
taring percik kepentingan menguap
dengan bekal semua saling sepakat
tunggu apa lagi segeralah berangkat
betul -betul puyeng sekaligus lapar
kaitkan rencana yang telah matang
dengan faktor keyakinan dan takdir
sebuah pengakuan dan penyesalant
taring percik kepentingan menguap
dengan bekal semua saling sepakat
tunggu apa lagi segeralah berangkat
CERITA LEGENDA BETAWI
lebih banyak "mitos" dari pada "historis"
kedua-duanya muncul bersamaan
dari "mitos" memancarkan cahaya-cahaya
dan nilai-nilai norma moral
simbol keresahan berkat kesenjangan sosial
masyarakat Betawi pada abad ke-19
khazanah tradisi lisan nusantara
"buah-hasil" kecerdasan
(kerja produsen intelektual) masyarakat Betawi
intervensi budaya perlu dibudidayakan
sebagai bentuk "intelektualitas"
masyarakat itu sendiri
pahlawan terbaik
pahlawan yang hidup didalam hati
masyarakat itu sendiri
diidealkan mengandung nilai-nilai luhur
(nga-so-si/ngaji-solat-silat)
proses penyampain dan penyebarannya melalui
"ngebuleng-ngerahul" (dongeng Betawi)
cerita rakyat bukan cerita sejarah
legenda yang betul-betul ada
dapat dijadikan sebagai fungsi nilai-nilai luhur
dan identitas bagi masyarakat Betawi
(nilai-nilai moralitas lebih utama bagi masyarakat).
lebih banyak "mitos" dari pada "historis"
kedua-duanya muncul bersamaan
dari "mitos" memancarkan cahaya-cahaya
dan nilai-nilai norma moral
simbol keresahan berkat kesenjangan sosial
masyarakat Betawi pada abad ke-19
khazanah tradisi lisan nusantara
"buah-hasil" kecerdasan
(kerja produsen intelektual) masyarakat Betawi
intervensi budaya perlu dibudidayakan
sebagai bentuk "intelektualitas"
masyarakat itu sendiri
pahlawan terbaik
pahlawan yang hidup didalam hati
masyarakat itu sendiri
diidealkan mengandung nilai-nilai luhur
(nga-so-si/ngaji-solat-silat)
proses penyampain dan penyebarannya melalui
"ngebuleng-ngerahul" (dongeng Betawi)
cerita rakyat bukan cerita sejarah
legenda yang betul-betul ada
dapat dijadikan sebagai fungsi nilai-nilai luhur
dan identitas bagi masyarakat Betawi
(nilai-nilai moralitas lebih utama bagi masyarakat).
AMBISI SANG PENGUASA NEGERI
seratus juta manusia
mengepung ibukota negeri
“perang” berlarut-larut
strategi membuat frustasi
tak sedikit
yang menyerahkan diri
semua hanya ambisi
sang penguasa negeri
seratus juta manusia
mengepung ibukota negeri
“perang” berlarut-larut
strategi membuat frustasi
tak sedikit
yang menyerahkan diri
semua hanya ambisi
sang penguasa negeri
MALAM
segelas kopi merasuki otak malam ini
hangatkan tubuh disaat gelap
sebatang rokok terhisap nikmat
satukan pikiran dengan kenyataan
canda tawa buyarkan angan
mencoba rasakan keindahan malam
kendaraan di jalan iringi perbincangan
tak peduli panas hujan
gejolak hati tertawan
sendu pilu sejenak hilang
segelas kopi merasuki otak malam ini
hangatkan tubuh disaat gelap
sebatang rokok terhisap nikmat
satukan pikiran dengan kenyataan
canda tawa buyarkan angan
mencoba rasakan keindahan malam
kendaraan di jalan iringi perbincangan
tak peduli panas hujan
gejolak hati tertawan
sendu pilu sejenak hilang
AKHIR JAMAN
isyarat kini terasa
gejala-gejala datang
makin berkurang
banyak bicara
tak mengamalkan
memutar lisan
kriminalisasi kitab suci
haram
halal
disesuaikan
menyesuaikan
isyarat kini terasa
gejala-gejala datang
makin berkurang
banyak bicara
tak mengamalkan
memutar lisan
kriminalisasi kitab suci
haram
halal
disesuaikan
menyesuaikan
JALAN
tertitah, tertatah
tertatih, tertitih
dititah, ditatah
ditatih, dititih
tertitah, tertatah
tertatih, tertitih
dititah, ditatah
ditatih, dititih
CINTA BUTA
dari cinta kasih badaniah,
bermula
berproses sedemikian rupa,
hingga
berpuncak pada cinta,
semata
tetap mencinta
meski renta dan buta
dari cinta kasih badaniah,
bermula
berproses sedemikian rupa,
hingga
berpuncak pada cinta,
semata
tetap mencinta
meski renta dan buta
PILU
padang tandus kepulkan debu
udara pengap tercium
tebarkan bau amis darah
terik matahari menjadi saksi
peristiwa kelam mencekam
tetap terus terkenang
sepanjang jaman
padang tandus kepulkan debu
udara pengap tercium
tebarkan bau amis darah
terik matahari menjadi saksi
peristiwa kelam mencekam
tetap terus terkenang
sepanjang jaman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar