SALAH BENAR
lihatlah apa yang terjadi
segala yang benar disalahkan
yang salah dibenarkan
segala peraturan diinjak-injak
orang bilang
uang punya kuasa
apabila orang
sudah tak mengingat tuhannya
hanya kejahatanlah
yang menguasai jiwa
lihatlah apa yang terjadi
segala yang benar disalahkan
yang salah dibenarkan
segala peraturan diinjak-injak
orang bilang
uang punya kuasa
apabila orang
sudah tak mengingat tuhannya
hanya kejahatanlah
yang menguasai jiwa
MUNAJAT PENDOSA
dibalik kerlip cahaya pada malam
munajat rintih mengupas resah
membuang sunyi merenda sepi
meredam dosa dengan bait doa
berharap setitik yang terpinta
kepada pencipta alam raya
dibalik kerlip cahaya pada malam
munajat rintih mengupas resah
membuang sunyi merenda sepi
meredam dosa dengan bait doa
berharap setitik yang terpinta
kepada pencipta alam raya
RAJA AGAMA
disorientasi (hilang arah) dalam beragama kini
perlahan menjadi"virus" umat manusia di dunia
agama sekedar lisan belaka
keterangan-keterangan"nash" menjadi bahan guyonan
dan rumah ibadah jadi singgasana "raja agama"
menjadikan kebenaran sebagai alat pembenaran
disorientasi (hilang arah) dalam beragama kini
perlahan menjadi"virus" umat manusia di dunia
agama sekedar lisan belaka
keterangan-keterangan"nash" menjadi bahan guyonan
dan rumah ibadah jadi singgasana "raja agama"
menjadikan kebenaran sebagai alat pembenaran
DOKTRIN TURUNAN
gaya hidup gobal dan instan
kini
merambah pengaruhi
pendangkalan aqidah
ibadah seremoni
pemahaman kurang
jadi doktrin turunan
dibutuhkan kajian
syahadat pun perlu diulang
gaya hidup gobal dan instan
kini
merambah pengaruhi
pendangkalan aqidah
ibadah seremoni
pemahaman kurang
jadi doktrin turunan
dibutuhkan kajian
syahadat pun perlu diulang
PECAH RASA
panas menggila
semua ternoda
pecah rasa
pekik telinga
retorika
makin tak bermakna
panas menggila
semua ternoda
pecah rasa
pekik telinga
retorika
makin tak bermakna
BERKABUNG
daun menguning jatuh dengan nama tertulis
menjemput makna tak ada pupuk hijau
setelah tua tak ada kata menahan batas tiba
teriakan burung gagak beri salam terjawab paksa
membuka taman bawah tanah
satu jiwa terambil
seribu mata basah memerah rela
daun menguning jatuh dengan nama tertulis
menjemput makna tak ada pupuk hijau
setelah tua tak ada kata menahan batas tiba
teriakan burung gagak beri salam terjawab paksa
membuka taman bawah tanah
satu jiwa terambil
seribu mata basah memerah rela
KHAYAL
indah pagi sembunyi memaki
meratap dibalik sinar mentari
menipu
yakinkan diri
sekelebat bayang malam
kembali bersatu saat semarak menggema
dihati memantul
di tenda usang melahap duka
khayal kembali hilang tertiup embun pagi
memandang kepingan merah di langit angkasa
indah pagi sembunyi memaki
meratap dibalik sinar mentari
menipu
yakinkan diri
sekelebat bayang malam
kembali bersatu saat semarak menggema
dihati memantul
di tenda usang melahap duka
khayal kembali hilang tertiup embun pagi
memandang kepingan merah di langit angkasa
TERMANGU
tak melihat
cium tanah kebawah
tumpahkan air mata
sulit memecah
selaxa menghujam
mencoba bersihkan luka
dengan sebening embun
mengetuk hati dipersimpangan
berlalu karang kalbu jinak
liar nafsu lepas belenggu
tunduk termangu diri merindu
tertutup kelambu
tak melihat
cium tanah kebawah
tumpahkan air mata
sulit memecah
selaxa menghujam
mencoba bersihkan luka
dengan sebening embun
mengetuk hati dipersimpangan
berlalu karang kalbu jinak
liar nafsu lepas belenggu
tunduk termangu diri merindu
tertutup kelambu
VIRUS DEMOKRASI
kepemimpinan beradu gengsi
seribu ambisi sejuta emosi
tak perduli semua bergigi
caling tajam siap menggigit
menerkam segala posisi
amankan diri berbagi konsumsi
iringi janji ilustrasi retorika basi
semuanya kini telah terbukti
virus demokrasi bersemi kembali
menjangkiti seantero negeri
kepemimpinan beradu gengsi
seribu ambisi sejuta emosi
tak perduli semua bergigi
caling tajam siap menggigit
menerkam segala posisi
amankan diri berbagi konsumsi
iringi janji ilustrasi retorika basi
semuanya kini telah terbukti
virus demokrasi bersemi kembali
menjangkiti seantero negeri
LELAH
sudah terlalu jauh
penuh kepahitan
kini tubuh lelah
kapankah ini berakhir
sudah terlalu jauh
penuh kepahitan
kini tubuh lelah
kapankah ini berakhir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar