Selasa, 22 Juli 2014

Catatan Penyair Keder



SALAH BENAR

lihatlah apa yang terjadi
segala yang benar disalahkan
yang salah dibenarkan
segala peraturan diinjak-injak
orang bilang
uang punya kuasa
apabila orang
sudah tak mengingat tuhannya
hanya kejahatanlah
yang menguasai jiwa

Top of Form
MUNAJAT PENDOSA

dibalik kerlip cahaya pada malam
munajat rintih mengupas resah
membuang sunyi merenda sepi
meredam dosa dengan bait doa
berharap setitik yang terpinta
kepada pencipta alam raya

Top of Form
RAJA AGAMA

disorientasi (hilang arah) dalam beragama kini
perlahan menjadi"virus" umat manusia di dunia
agama sekedar lisan belaka
keterangan-keterangan"nash" menjadi bahan guyonan
dan rumah ibadah jadi singgasana "raja agama"
menjadikan kebenaran sebagai alat pembenaran

Top of Form
DOKTRIN TURUNAN

gaya hidup gobal dan instan

kini

merambah pengaruhi
pendangkalan aqidah
ibadah seremoni
pemahaman kurang
jadi doktrin turunan
dibutuhkan kajian
syahadat pun perlu diulang

Top of Form
PECAH RASA

panas menggila
semua ternoda
pecah rasa
pekik telinga
retorika
makin tak bermakna

Top of Form
BERKABUNG

daun menguning jatuh dengan nama tertulis
menjemput makna tak ada pupuk hijau
setelah tua tak ada kata menahan batas tiba
teriakan burung gagak beri salam terjawab paksa
membuka taman bawah tanah
satu jiwa terambil
seribu mata basah memerah rela

Top of Form
KHAYAL

indah pagi sembunyi memaki
meratap dibalik sinar mentari
menipu
yakinkan diri
sekelebat bayang malam
kembali bersatu saat semarak menggema
dihati memantul
di tenda usang melahap duka
khayal kembali hilang tertiup embun pagi
memandang kepingan merah di langit angkasa

Top of Form
TERMANGU

tak melihat
cium tanah kebawah
tumpahkan air mata
sulit memecah
selaxa menghujam
mencoba bersihkan luka
dengan sebening embun
mengetuk hati dipersimpangan
berlalu karang kalbu jinak
liar nafsu lepas belenggu
tunduk termangu diri merindu
tertutup kelambu

Top of Form
VIRUS DEMOKRASI

kepemimpinan beradu gengsi
seribu ambisi sejuta emosi
tak perduli semua bergigi
caling tajam siap menggigit
menerkam segala posisi
amankan diri berbagi konsumsi
iringi janji ilustrasi retorika basi
semuanya kini telah terbukti
virus demokrasi bersemi kembali
menjangkiti seantero negeri

Top of Form

LELAH

sudah terlalu jauh

penuh kepahitan

kini tubuh lelah

kapankah ini berakhir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar