Selasa, 22 Juli 2014

Catatan Penyair Keder



SYAIR PEMILU

saudaraku…
mengapa kau alergi demokrasi
sedangkan…itu kendaraan kita
saudaraku…mengapa kau enggan ikut Pemilu
sedangkan…itu alat demokrasi
saudaraku…mengapa kau apatis pilpres cawapres
sedangkan…dia penyambung lidah kita
saudaraku…jangan terpecah jangan terbelah karena pemilu
sedangkan…pemilu alat pemersatu bangsa
saudaraku…jangan kau nodai demokrasi
sedangkan…seharusnya kita berpartisipasi
saudaraku, mari…
saudaraku, ayo…
saudaraku…mari, ayo nyoblos rame-rame
saudaraku…jangan golput
buat apa golput…
buat apa golput…
buat apa golput…
bila golput menambah semrawut

HARI

ini permulaan bagi hari baru
Tuhan telah mengkaruniakan
hari ini untuk digunakan
sebagaimana dimau
boleh disia-siakan atau
tumbuh dibawah sinarnya
apa yang dilakukan pada hari ini
sangat penting
karena menukarkan hidup
dengan sesuatu
bila esok menjelang
hari ini akan pergi untuk selamanya
diharap takkan menyesal
dengan harga yang terbayar
untuk itu dan ini

SEPERTI BIASA

dia datang tinggalkan kata
apapun bentuknya
apapun hasilnya
tetaplah berkarya
seperti biasa
dia pergi begitu saja

TERSEMBUNYI

Jangan mengurung diri didalam laut
Biarkan aku menabirimu
dengan mengurung dirimu sendiri
Dilaut banyak batas-batas
Lantas yang manakah akan menahanmu
Duhai kau yang tersembunyi
Aku sudah letih
arah manakah yang harus aku tuju
Aku ini hanyalah segumpal tanah
sedang kau terbuat dari batu
Duhai kau yang tersembunyi
Aku bermohon padamu
tunjukkanlah dirimu

SEMPURNA

Segumpal tanah
kalau ia terbakar
atau membakar diri
maka ia akan berubah sifat
menjadi batu
Dan batu harus ditumbuk
dan dihancurkan
agar ia menjadi debu
Dan debu adalah tingkat kesucian
yang sempurna

BUROQ

Kuda gagah berkepala manusia
Dengan sayap perkasa terbang
Melesat bagaikan kilat
Dilengkapi dengan pelana mutiara
Dan tali kekang yakut merah
Kedua matanya tertuliskan nama
Setiap jarak dilangkahinya
Sejauh mata memandang
Terbang secepat kilat
Balutan putih ditubuhnya cemerlang, berkilau
Sangat sulit ditangkap mata
Sesuai dengan imajinasi 15 abad silam
Pengembara sebatas kuda terbang
Turun dari surga kiriman sang pencipta
Jiwa yang melesat adalah cahaya tanpa warna
namun sangat kemilau
itulah hakikat Buraq

Tidak ada komentar:

Posting Komentar