Selasa, 22 Juli 2014

Catatan Penyair Keder



MENANTI

berlari meniti hari
hujan menderas
basahi bumi
munculkan aroma
harum bunga melati
terus mencari jawaban
segala misteri
pecahkan mimpi dan ilusi
terjebak ambisi serta emosi
haruskah berhenti maknai diri
hingga tercapai apa yang di nanti

Top of Form
PERBICANGAN MALAM

segelas kopi merasuki otak
malam ini hangatkan tubuh
disaat gelap sebatang rokok
terhisap nikmat satukan pikiran
dengan kenyataan canda tawa
buyarkan angan mencoba rasakan
keindahan malam kendaraan di jalan
iringi perbincangan tak peduli panas hujan
gejolak hati tertawan sendu pilu sejenak hilang

Top of Form
KEBAHAGIAAN

kebahagiaan terliputi nafsu
sembunyi dalam keinginan
ilmu teraih dengan kesucian
kaki dan kesungguhan hati
kegelisahan nafsu menggebu
berdiri di tepi jurang cadas
puaskan keinginan sesaat
Lompatan membawa kenikmatan
tanpa sadar seketika tubuh remuk
tertindih bangunan puncak nafsu
Berjuang bersihkan diri
menitih kebahagiaan hakiki
saat sapaan hina masuk telinga
hati menerima
nikmati kebahagiaannya
kebahagiaan tertahan
sejenak dari kesulitan
mencari kesenangan
kegelisahan terdapati
Bersama kepayahan
ada kemudahan
tak mungkin teraih bahagia
dengan senang senang belaka

Top of Form
BETAWI RANAH KULTURAL BANGSA

orang Betawi melukis Batavia
menjadi lentur bersifat terbuka
tabiat manusia pesisir diperkaya
masyarakat kesetaraan
gambaran semangat madani
terminal budaya melahirkan
anak kandung bangsa
Indonesia belajar mengenai Betawi
sebagian besar orang-orang turun
dari “pedalaman” Indonesia
menjilat madu Betawi
yang kemudian dijadikan mesiu
untuk melakukan dialog
dengan kebudayaan-kebudayaan dunia
melalui gerbang besar bernama Jakarta
Betawi sebagai ranah kultural bangsa

Top of Form
DILEMA

hujan turun menderas berkepanjangan
pikiran-pikiran aneh muncul bersamaan
hidup bukan cuma makan dan makan
dari makan ke makan jadi keharusan
tak bisa peka terhadap penderitaan
kesukaran besar dalam kehidupan
bukan apa-apa bukan siapa siapa
pandangan tunggal semua manusia
tenang hadapi nasib yang terdapati
disebabkan oleh kesalahan sendiri
dalam hidup mati sebelum mati

Top of Form
SANG KEKASIH

engkaulah
yang dikabulkan syafaatnya

engkaulah
yang membuka pintu surga

engkaulah
yang paling dimuliakan

engkaulah
yang dekat tanpa hijab

engkaulah
yang terkasih perwujudan cinta

engkaulah
yang memakai jubah dari surge

Top of Form
SAJAK PUJANGGA

mewarnai garis tangan dengan tinta merah
mengukir kata sajak pujangga berganti doa
diselaput kemenangan nampak menggenggam
tak terabaikan tangis dan tawa diatas pena menyala
kobarkan lembaran harapan dan asa

Top of Form
CANDA TAWA DUNIA

asa dipelupuk mata meretas kata
kebahagiaan disana mentari sinarkan
kata bermakna kembali berdering
hilangkan mimpi meninggalkan tanya
tanpa jawaban pasti canda tawa dunia

kembali bermula

Top of Form
KESEMPATAN

dalam sadar membakar ranting
saraf otak meletak hanguskan daun
hijau tirai nurani jutaan mantra
tertata basah kerikil tajam terus berdusta
tubuh lunglai tak kuasa berdiri dihadapkan takdir
tak beralasan tunggu kesempatan semua jawaban

pada kenyataan

Top of Form
BERKABUNG

daun menguning jatuh dengan nama tertulis
menjemput makna tak ada pupuk hijau
setelah tua tak ada kata menahan
pada batas yang telah tiba
teriakan burung gagak pemberi salam
terjawab paksa membuka taman bawah tanah
satu jiwa terambil seribu mata basah memerah rela

Tidak ada komentar:

Posting Komentar