RETORIKA PURBA
stop
sampaikan kuliah-kuliah itu di ruang kelas
jangan disini
kemiskinan dan kelaparan semakin jelas
bagai piring kaleng jatuh di ubin
lama-lama semua mirip monyet kena disentri
stop
sampaikan kuliah-kuliah itu di ruang kelas
jangan disini
kemiskinan dan kelaparan semakin jelas
bagai piring kaleng jatuh di ubin
lama-lama semua mirip monyet kena disentri
PSIKOLOGIS KEHIDUPAN
mimpi menggumpal
merangsang
menggiurkan dan sekaligus mengasyikkan
permainan psikologis kehidupan terbentang
sekaligus berbahaya dimana saja bisa terjadi
dan diam diam semua menikmati
mimpi menggumpal
merangsang
menggiurkan dan sekaligus mengasyikkan
permainan psikologis kehidupan terbentang
sekaligus berbahaya dimana saja bisa terjadi
dan diam diam semua menikmati
SEMU
secangkir kopi pahit terhidangkan
asap rokok kretek mengepul
menyeruak dalam kamar peraduan
pikiran meruang melayang terbang
menggapai bulan dan bintang
jiwa terusik langit berbisik
pertanyaan tak terjawab
mata nanar kenyataan berpendar
mulut terkunci diam tanpa kata
mencari makna semua tertunda
jejak langkah terselimuti malam
tubuh tertindih bangunan mimpi
tersipu melihat diri terbujur kaku
pada gelombang imaji semu
secangkir kopi pahit terhidangkan
asap rokok kretek mengepul
menyeruak dalam kamar peraduan
pikiran meruang melayang terbang
menggapai bulan dan bintang
jiwa terusik langit berbisik
pertanyaan tak terjawab
mata nanar kenyataan berpendar
mulut terkunci diam tanpa kata
mencari makna semua tertunda
jejak langkah terselimuti malam
tubuh tertindih bangunan mimpi
tersipu melihat diri terbujur kaku
pada gelombang imaji semu
LEMBAYUNG SENJA
datang dan pergi tak terduga
hasrat memburu nafsu
menjulur
rengkuh nikmat dalam diri
pikiran melayang di malam kelam
nelangsa angan cinta tak terberi
terselimuti mimpi hati mengiba
terjaga entah dimana berada
kini
indahnya rona lembayung senja
datang dan pergi tak terduga
hasrat memburu nafsu
menjulur
rengkuh nikmat dalam diri
pikiran melayang di malam kelam
nelangsa angan cinta tak terberi
terselimuti mimpi hati mengiba
terjaga entah dimana berada
kini
indahnya rona lembayung senja
POLIGAMI
kontroversi nikah sirri
konsekuensi hidup
di negara demokrasi
apakah harta duniawi berlimpah
dapat menjamin biduk rumah tangga
suami istri berjalan dengan mulus
tentu saja tak sesederhana itu
naluri wanita pada dasarnya sama
ingin dicinta dan dimanja sepenuhnya
tak mungkin rela membiarkan suaminya
berada dalam pelukan wanita lain
lalu apakah sang suami sanggup
berbuat adil pada dua istri
dan apakah sang suami
sudah menjalankan syariat nabi
dalam hal poligami
yang kini banyak disalah tafsirkan
sebagai sunah nabi
ataukah ini dilema para istri
kontroversi nikah sirri
konsekuensi hidup
di negara demokrasi
apakah harta duniawi berlimpah
dapat menjamin biduk rumah tangga
suami istri berjalan dengan mulus
tentu saja tak sesederhana itu
naluri wanita pada dasarnya sama
ingin dicinta dan dimanja sepenuhnya
tak mungkin rela membiarkan suaminya
berada dalam pelukan wanita lain
lalu apakah sang suami sanggup
berbuat adil pada dua istri
dan apakah sang suami
sudah menjalankan syariat nabi
dalam hal poligami
yang kini banyak disalah tafsirkan
sebagai sunah nabi
ataukah ini dilema para istri
RETORIKA POLITISI
disini berdiri kibarkan panji
sebarkan petuah negeri
telusuri lubang birokrasi
siapkan nyali
tajamkan taji
bersama janji retorika politisi
tenangkan ambisi
kendalikan emosi
sambil bermimpi berharap konsumsi
disini berdiri kibarkan panji
sebarkan petuah negeri
telusuri lubang birokrasi
siapkan nyali
tajamkan taji
bersama janji retorika politisi
tenangkan ambisi
kendalikan emosi
sambil bermimpi berharap konsumsi
RINDU TERLARANG
mimpi basah di malam jumat
khayal diri saat memadu kasih
dulu hasrat terbekap erat
hingga klimaks begitu nikmat
kini semua tinggal bayangan
memacu segudang rindu
terkenang diri saat memburu
kenikmatan nafsu yang sesaat
mimpi basah di malam jumat
khayal diri saat memadu kasih
dulu hasrat terbekap erat
hingga klimaks begitu nikmat
kini semua tinggal bayangan
memacu segudang rindu
terkenang diri saat memburu
kenikmatan nafsu yang sesaat
SENGGAMA MIMPI
jiwa kosong pikiran melompong
lidah mendesis mulut mendesah
sumpah serapah terngiang di telinga
kaki berat melangkah tertahan dosa
hasrat diam tangan menggenggam
mata sayu menggelayut sembilu
jantung berdetak menguap
jemar menari dalam diri sendiri
nafsu syahwat liar senggama mimpi
terjebak gelombang imaji meradang
kelamin tegang terangsang keadaan
tubuh rebah pikiran mengambang
harapan datang fajar menjelang
kenyataan kini terpanggang jaman
jiwa kosong pikiran melompong
lidah mendesis mulut mendesah
sumpah serapah terngiang di telinga
kaki berat melangkah tertahan dosa
hasrat diam tangan menggenggam
mata sayu menggelayut sembilu
jantung berdetak menguap
jemar menari dalam diri sendiri
nafsu syahwat liar senggama mimpi
terjebak gelombang imaji meradang
kelamin tegang terangsang keadaan
tubuh rebah pikiran mengambang
harapan datang fajar menjelang
kenyataan kini terpanggang jaman
KEPINCUT
malam semakin larut
pikiran semaput
jiwa kalut
nafsu menggelayut
hasrat hanyut
terbawa angin laut
mengecap rasa kecut
perut lapar ingin kentut
apakah semua pengecut
atau dihantui perasaan takut
malam semakin larut
pikiran semaput
jiwa kalut
nafsu menggelayut
hasrat hanyut
terbawa angin laut
mengecap rasa kecut
perut lapar ingin kentut
apakah semua pengecut
atau dihantui perasaan takut
JANJI POLITISI
terik mentari tengah hari
nimat sendiri dalam sunyi
rokok dan kopi menemani
terbersit dalam hati
selalu bermimpi
menagih segala janji
iming-iming para politisi
semua kini berebut kursi
beralaskan tikar demokrasi
pimpinan organisasi
coba amankan posisi
menunggu intruksi
menggapai imaji
menjala ilusi
kontradiksi dunia fantasi
terik mentari tengah hari
nimat sendiri dalam sunyi
rokok dan kopi menemani
terbersit dalam hati
selalu bermimpi
menagih segala janji
iming-iming para politisi
semua kini berebut kursi
beralaskan tikar demokrasi
pimpinan organisasi
coba amankan posisi
menunggu intruksi
menggapai imaji
menjala ilusi
kontradiksi dunia fantasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar