(91)
SETENGAH TIANG
ujung bulan sabit
ujung bulan sabit
tepat menusuk jantung
kobarkan api kekalahan
bintang berjatuhan
gugur bersama langit
para pahlawan merah-putih
kobarkan api kekalahan
bintang berjatuhan
gugur bersama langit
para pahlawan merah-putih
turun setengah tiang
hormat!
dihadapan para pecundang.
hormat!
dihadapan para pecundang.
(92)
CUIH!
cinta yang tersimpan di wajah
cinta yang tersimpan di wajah
dunia asing disela bibir sinis
di ujung liur terbuang
cuih!
menyedihkan hati
dimana burung-burung
yang riang bernyanyi
di ujung liur terbuang
cuih!
menyedihkan hati
dimana burung-burung
yang riang bernyanyi
disini
terasa sunyi
cuih!
jagalah diri
cuih!
jagalah diri
jangan salah paham
(93)
DINDA
beri waktu tuk menjawab
pertanyaan dibahu
beri waktu tuk menjawab
pertanyaan dibahu
bila tak percaya
bila tangis menjadi senjata
bila semua mulai tak setia
perasaan bertanya-tanya
dan pada dasarnya tanya itu
hanya perasaan saja
mengertilah
tak perlu terhujani
dengan tangis dan tanya
semua basah
dalam cintam semata
...dinda...
dalam cintam semata
...dinda...
(94)
TAHUN BARU II
ini permulaan bagi hari baru
Tuhan telah mengkaruniakan
hari ini untuk digunakan
sebagaimana yang dimau
boleh disia-siakan
ini permulaan bagi hari baru
Tuhan telah mengkaruniakan
hari ini untuk digunakan
sebagaimana yang dimau
boleh disia-siakan
atau tumbuh dibawah sinarnya
apa yang dilakukan pada hari ini
sehari hidup dengannya
bila esok menjelang
hari ini akan pergi untuk selamanya
apa yang dilakukan pada hari ini
sehari hidup dengannya
bila esok menjelang
hari ini akan pergi untuk selamanya
berharap takkan menyesal
dengan harga yang telah terbayar
untuknya.
dengan harga yang telah terbayar
untuknya.
(95)
TAHUN BARU III
disaat malam tiba
semarak terompet menyambutmu
meninggalkan senja
hai langit biru berjalanlah
disaat malam tiba
semarak terompet menyambutmu
meninggalkan senja
hai langit biru berjalanlah
songsong masa baru?
(96)
REFORMASI
meja hijau bersama kursi
yang diduduki
tak mengalami perubahan
jumlahnya sama
hanya restoran ini
meja hijau bersama kursi
yang diduduki
tak mengalami perubahan
jumlahnya sama
hanya restoran ini
cari sensasi saja
harga pun naik lebih mahal
dari sebelumnya
padahal seperti warung kaki lima
menyediakan makanan ala kadarnya
menunya pun itu-itu saja
katanya reformasi?
sungguh suatu dilema
reformasi harga!
harga pun naik lebih mahal
dari sebelumnya
padahal seperti warung kaki lima
menyediakan makanan ala kadarnya
menunya pun itu-itu saja
katanya reformasi?
sungguh suatu dilema
reformasi harga!
(97)
TANYA II
katakan
pada mesin tua!
apa arti
sebuah jasa?
katakan
pada mesin tua!
apa arti
sebuah jasa?
(98)
MENGETUK PINTU
dalam kerinduan membayang
mengenalmu setengah perjalanan
berdiri memetik bintang
dimalam sunyi
bulan ingin katakan
dimana kamu sekarang?
namun mendung menjadi
tirai
aku dan cahaya!
surat terakhirmu tahun lalu
lewat merpati pos antara seperempat ujung
dunia
aku tunggu balasan
angin mengabarkan sesuatu
tentangmu
tapi kau?
datang dengan motor kumbang
perjalanan empat bulan tanpa
nyawa
kau tinggalkan dimana dia?
dalam kerinduan membayang
mengenalmu setengah perjalanan
berdiri memetik bintang
dimalam sunyi
bulan ingin katakan
dimana kamu sekarang?
namun mendung menjadi
tirai
aku dan cahaya!
surat terakhirmu tahun lalu
lewat merpati pos antara seperempat ujung
dunia
aku tunggu balasan
angin mengabarkan sesuatu
tentangmu
tapi kau?
datang dengan motor kumbang
perjalanan empat bulan tanpa
nyawa
kau tinggalkan dimana dia?
(99)
DIA
datang membawa senyum
untuk disimpan baik-baik
didalam mimpi
lalu pergi tinggalkan tanda
untuk kugapai jejak asmara
dia atau aku menunggu
atau memang cinta
seperti ini adanya
untuk disimpan baik-baik
didalam mimpi
lalu pergi tinggalkan tanda
untuk kugapai jejak asmara
dia atau aku menunggu
atau memang cinta
seperti ini adanya
(100)
PESISIR
getarannya mengguncang
heningku
sebagai gelombang sudutkan
karang hati terkikis sisi cadas
terbawa sahutan ombak menepi
yang terhampar tergenggam
tangan kuasa
terinjak berlari riang
terbakar sang raja
mengiang dalam pedih
bila malam tumbuh perkakas
menggali dalami lara
mencari asal sesuatu
menggema pada lubang gua-gua
kaki bukit menembus
tubuh lunglai gugurkan
yang pernah kokoh
berakar didasarnya
getarannya mengguncang
heningku
sebagai gelombang sudutkan
karang hati terkikis sisi cadas
terbawa sahutan ombak menepi
yang terhampar tergenggam
tangan kuasa
terinjak berlari riang
terbakar sang raja
mengiang dalam pedih
bila malam tumbuh perkakas
menggali dalami lara
mencari asal sesuatu
menggema pada lubang gua-gua
kaki bukit menembus
tubuh lunglai gugurkan
yang pernah kokoh
berakar didasarnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar