Senin, 12 Agustus 2013

Catatan Penyair Keder


(91)

SETENGAH TIANG

ujung bulan sabit 
tepat menusuk jantung
kobarkan api kekalahan

bintang berjatuhan
gugur bersama langit
para pahlawan merah-putih 
turun setengah tiang

hormat!

dihadapan para pecundang.

(92)

CUIH!

cinta yang tersimpan di wajah
dunia asing disela bibir sinis
di ujung liur terbuang

cuih!

menyedihkan hati
dimana burung-burung
yang riang bernyanyi 

disini 
terasa sunyi

cuih!

jagalah diri
jangan salah paham

(93)

DINDA

beri waktu tuk menjawab
pertanyaan dibahu

bila tak percaya
bila tangis menjadi senjata
bila semua mulai tak setia

perasaan bertanya-tanya
dan pada dasarnya tanya itu
hanya perasaan saja

mengertilah

tak perlu terhujani
dengan tangis dan tanya
semua basah
dalam cintam semata

...dinda...

(94)

TAHUN BARU II

ini permulaan bagi hari baru
Tuhan telah mengkaruniakan
hari ini untuk digunakan
sebagaimana yang dimau

boleh disia-siakan 
atau tumbuh dibawah sinarnya

apa yang dilakukan pada hari ini
sehari hidup dengannya

bila esok menjelang
hari ini akan pergi untuk selamanya
berharap takkan menyesal
dengan harga yang telah terbayar
untuknya.

(95)

TAHUN BARU III

disaat malam tiba
semarak terompet menyambutmu
meninggalkan senja

hai langit biru berjalanlah 

songsong masa baru?

(96)

REFORMASI

meja hijau bersama kursi
yang diduduki
tak mengalami perubahan
jumlahnya sama
hanya restoran ini 
cari sensasi saja
harga pun naik lebih mahal
dari sebelumnya
padahal seperti warung kaki lima
menyediakan makanan ala kadarnya
menunya pun itu-itu saja

katanya reformasi?

sungguh suatu dilema

reformasi harga!

(97)

TANYA II

katakan

pada mesin tua!

apa arti

sebuah jasa?

(98)

MENGETUK PINTU

dalam kerinduan membayang
mengenalmu setengah perjalanan
berdiri memetik bintang
dimalam sunyi
bulan ingin katakan

dimana kamu sekarang?

namun mendung menjadi
tirai

aku dan cahaya!

surat terakhirmu tahun lalu
lewat merpati pos antara seperempat ujung
dunia
aku tunggu balasan
angin mengabarkan sesuatu
tentangmu

tapi kau?

datang dengan motor kumbang
perjalanan empat bulan tanpa
nyawa

kau tinggalkan dimana dia?

(99)

DIA

 datang membawa senyum
untuk disimpan baik-baik
didalam mimpi
lalu pergi tinggalkan tanda
untuk kugapai jejak asmara
dia atau aku menunggu
atau memang cinta
seperti ini adanya

 (100)

 PESISIR

getarannya mengguncang
heningku
sebagai gelombang sudutkan
karang hati terkikis sisi cadas
terbawa sahutan ombak menepi
yang terhampar tergenggam
tangan kuasa
terinjak berlari riang
terbakar sang raja
mengiang dalam pedih
bila malam tumbuh perkakas
menggali dalami lara
mencari asal sesuatu
menggema pada lubang gua-gua
kaki bukit menembus
tubuh lunglai gugurkan
yang pernah kokoh
berakar didasarnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar