Senin, 12 Agustus 2013
Catatan Penyair Keder
(1)
RUANG WAKTU
peti mati berisi huruf huruf abjad
yang tersusun secara acak
susunan huruf huruf tersebut
diulang beratus ratus kali
beribu ribu kali
bermilard milard kali
sepanjang jaman tak terbatas
oleh bilangan tahun atau abad
tak mustahil suatu saat nanti
susunan susunan tersebut
akan menghasilkan sesuatu
sebuah syair puisi
yang mudah difahami
segala kejadian hanyalah kebetulan
yang tak terbatas ruang dan waktu
(2)
AKHIR JAMAN
isyarat kini terasa
gejala-gejala datang
makin berkurang
banyak bicara
tak mengamalkan
memutar lisan
kriminalisasi kitab suci
haram
halal
disesuaikan
menyesuaikan
(3)
KIAMAT
ada apakah gerangan
dan mengapa bisa terjadi
agama tinggal nama
kitab suci tinggal tulisan
banyak orang mengaku beragama
tapi perbuatannya tak mencerminkan
aktualisasi orang beragama
sadarkah
kini agama diperalat
untuk mendapatkan surat-surat
untuk mempermudah perkawinan
untuk memperlancar perdagangan
ironisnya
mereka mendurhakai syariat
syahadat
shalat
puasa
zakat
haji
sekedar ibadah ritual belaka
di balik jeruji kepentingan sesaat
(4)
TINGGAL NAMA
akan kembali padanya
timbul fitnah
berada dibawah langit
kosong petunjuk
tak tertinggal
sebatas tulisan
tak tertinggal
sebatas nama
jaman datang
tak terhindarkan
kini semakin terasa
(5)
MAHA KEPASTIAN
ujan dosa di dinding neraka
kaki dan arti puisi
tafsir kehidupan hakiki
kepastian berawal
dari ketidakpastian
kepastian dari tuhan
tuhan maha kepastian
dan makhluk maha ketidakpastian
kepastian dan ketidak pastian
tuhan dan mahluk
tuhan maha mencipta kepastian
dan ketidak pastian
pasti dan kini semakin tak pasti
menghadap kepada yang pasti
kepastian telah luntur disudutkan
realitas materialistis
mengisi ketidak pastian
kini dunia dihujani
oleh ketidakpastian
(6)
PEREMPUANKU
kemauanmu instan
kau berani
kau terhijab
kau cantik
bagai dunkin donut
sabarlah
nanti saja
(7)
DI PERSIMPANGAN JALAN
disimpang jalan otakku
terantuk batu
batu yang mengantuk
menyandung kaki ku
batu itu pun pecah
memporak-porandakan
ubun-ubun kepalaku
(8)
WOW
pecahannya terbang
terhempas angan-angan
menukik sambangi samudra
lautan fatamorgana
tinggi tak paham
terjebak semakin
tak paham
menunggu diri keluar
dari kebenaran
maha kebenaran
(9)
REMANG
manusia lahir dari kesalahan
dan mati dengan kesalahan
kesalahan
duka berkepanjangan
duka bahagia
panjang
pendek
bahagia dalam berduka
menyelam lautan bebatuan
wujud dari keberadaan
dan ketiadaan
bebatuan terjal terhampar
disudut ruang bawah sadarku
menghantui ruang kegelapan
buntu
tak tau kemana harus melangkah
kakiku lumpuh
tak dapat menopang isi kepalaku
(10)
LEBUR
terbius
tertikam
tercabik
tersungkur
hancur…!
lebur…!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar