(51)
HIKMAT
tak mungkin teraih bahagia
bila hati enggan mendakinya
kemampuan melakukan sesuatu
dengan takdir yang sudah ditentukan
bila pilihan dihadapan ambillah
yang teringan dari keduanya
hari inilah yang membentuk kita
sebagai insan di hari depan
bersyukur tanda kita bisa menerima
diri hadir di dunia
selesaikan urusan yang mudah
terlebih dahulu
berjalanlah dengan tujuan...
walau pun tak sampai
namun kau tak tersesat ditengah jalan
perasaan adalah salah sebelum
hadir ciri-ciri kenampakkannya
(52)
MASIH SAJA
membakar kulit sendiri
racun
masih saja...
mencari sampah-sampah
limbah
masih saja...
hanya bicara
membendung
merintih
mengeluh
masih saja...
Sang pencipta letakkan garis
diatas tangan
dan pada akhirnya nyatalah
semua kebodohan diri
(53)
SERIBU SURGA
pulau dalam jiwa
tak hujan lebat
hanya rintik butiran mutiara
menerangi senja
menuntun sungai menuju
pitutur lautan makna
tak habis
tertimba kata-kata indah
yang asin pengalaman pengembara
yang selalu terbit matahari
dari kuncup bunga mekar
menebarkan sari sebagai
sinaran
mengharumi dahaga
elang diatas batu termangu
usai lelap
terselimuti mimpi malam
seribu surga dalam
jiwa.
(54)
SUARA BURUNG II
senja telah membawa hati
pada lelah mendorong angin
memenuhi kabut ruang kalbu
kabar burung yang kembali
keperaduan kudengar
disana tak ada sesuatu
untuk dimakan
hanya mata air selalu mengalir
dari selaput wajah sang ibu
apa yang mengganggunya?
hilangnya kebahagiaan
yang pernah dipangku
kini harus menggenggam
baik-baik yang ada
namun aku singgah
untuk memintanya
gumam burung
nada pun murung.
(55)
PASRAH
kau genggam bumiku
kau remas hingga menetes
kepedihan sembilu
pasrah
pelatuk bersuara lirih
merindukan belahan hati
harus terima pahit kenyataan
terkurung takdir kehidupan
kalau betina ingin kebebasan.
(56)
RAHASIA
hadir berlinang sajak
mengintip senja dibalik rintik
luput sunyi yang kurenungi
sebagai seni
mata hati membuka
rahasia sebatang kara
(57)
PENANTIAN PANJANG
dentang keputusan diperdengarkan
berarti kemenangan telah ditangan
kemudian jadilah mimpi
penantian yang teramat panjang
jelas melelahkan
wahai penguasa
berderinglah
sebagai genta kebahagiaan
tapi kapan dan kapan?
nyatanya hidup
memang tidak ada yang gratis
(58)
SEMPURNA
artikan maksud terdengar
dengan bahasa bodoh terucap
merangkai sendi-sendi
yang
tak dimengerti
pandangan melesat
coba mencari
apa yang kan dicari?
lupakan!
tentang wajah hina menyentuh
perasaan dan cinta
tanpa dipinta
ingin sempurna
penglihatanpandangan melesat
coba mencari
apa yang kan dicari?
lupakan!
tentang wajah hina menyentuh
perasaan dan cinta
tanpa dipinta
ingin sempurna
pendengaran
semua berbau tubuh
yang pertama kali
mencumbu.
(59)
SIAPA
kenyataan pahit
yang kembali
pada sebuah pelita tua
saat angin berbisik
bertanya
siapa diri?
tanpa berkata
suara hati pun ragu
siapa diri?
(60)
NISAN
tertinggal tuk hiasan
jalan menuju masa datang
sambil berkata bahwa
dunia terbuat dari kertas dan pena!
lanjutkan penyusuran makna
dibalik hati nurani
menggali bait demi bait
sampai kubur terbuka
lalu terbiakkan menjadi gunung
sebuah cerita dan terpajang
dimana anak cucu kita bertanya
siapa dia?
terjawablah sudah
nisan menjawab
dengan tangannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar