Senin, 12 Agustus 2013

Catatan Penyair Keder


(51)

HIKMAT

tak mungkin teraih bahagia
bila hati enggan mendakinya

kemampuan melakukan sesuatu
dengan takdir yang sudah ditentukan

bila pilihan dihadapan ambillah
yang teringan dari keduanya

hari inilah yang membentuk kita
sebagai insan di hari depan

bersyukur tanda kita bisa menerima
diri hadir di dunia

selesaikan urusan yang mudah
terlebih dahulu

berjalanlah dengan tujuan...

walau pun tak sampai
namun kau tak tersesat ditengah jalan

perasaan adalah salah sebelum
hadir ciri-ciri kenampakkannya


(52)

MASIH SAJA

membakar kulit sendiri
racun

masih saja...

mencari sampah-sampah
limbah

masih saja...

hanya bicara
membendung
merintih
mengeluh

masih saja...

Sang pencipta letakkan garis
diatas tangan
dan pada akhirnya nyatalah
semua kebodohan diri


(53)

SERIBU SURGA

pulau dalam jiwa
tak hujan lebat
hanya rintik butiran mutiara
menerangi senja
menuntun sungai menuju
pitutur lautan makna
tak habis
tertimba kata-kata indah
yang asin pengalaman pengembara
yang selalu terbit matahari
dari kuncup bunga mekar
menebarkan sari sebagai
sinaran
mengharumi dahaga
elang diatas batu termangu
usai lelap
terselimuti mimpi malam
seribu surga dalam
jiwa.


(54)

SUARA BURUNG II

senja telah membawa hati
pada lelah mendorong angin

memenuhi kabut ruang kalbu
kabar burung yang kembali
keperaduan kudengar
disana tak ada sesuatu
untuk dimakan
hanya mata air selalu mengalir
dari selaput wajah sang ibu

apa yang mengganggunya?

hilangnya kebahagiaan
yang pernah dipangku
kini harus menggenggam
baik-baik yang ada

namun aku singgah
untuk memintanya

gumam burung

nada pun murung.

(55)

PASRAH

kau genggam bumiku
kau remas hingga menetes
kepedihan sembilu

pasrah

pelatuk bersuara lirih
merindukan belahan hati
harus terima pahit kenyataan

terkurung takdir kehidupan
kalau betina ingin kebebasan.


(56)

RAHASIA

hadir berlinang sajak
mengintip senja dibalik rintik
luput sunyi yang kurenungi
sebagai seni
mata hati membuka
rahasia sebatang kara


(57)

PENANTIAN PANJANG

dentang keputusan diperdengarkan
berarti kemenangan telah ditangan
kemudian jadilah mimpi
penantian yang teramat panjang
jelas melelahkan

wahai penguasa

berderinglah
sebagai genta kebahagiaan
tapi kapan dan kapan?

nyatanya hidup
memang tidak ada yang gratis


(58)

SEMPURNA

artikan maksud terdengar
dengan bahasa bodoh terucap
merangkai sendi-sendi

yang tak dimengerti
pandangan melesat
coba mencari

apa yang kan dicari?

lupakan!

tentang wajah hina menyentuh
perasaan dan cinta
tanpa dipinta
ingin sempurna
penglihatan
pendengaran
semua berbau tubuh
yang pertama kali

mencumbu.


(59)

SIAPA

kenyataan pahit

yang kembali
pada sebuah pelita tua
saat angin berbisik
bertanya

siapa diri?

tanpa berkata
suara hati pun ragu

siapa diri?


(60)

NISAN

tertinggal tuk hiasan
jalan menuju masa datang
sambil berkata bahwa


dunia terbuat dari kertas dan pena!

lanjutkan penyusuran makna
dibalik hati nurani
menggali bait demi bait
sampai kubur terbuka

lalu terbiakkan menjadi gunung
sebuah cerita dan terpajang
dimana anak cucu kita bertanya

siapa dia?

terjawablah sudah

nisan menjawab
dengan tangannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar