Senin, 12 Agustus 2013
Catatan Penyair Keder
(21)
CINTA SEJATI
ketika cinta bergelora,
gelisah dan rindu silih berganti
tergetarlah kalbu nurani
beralih ke norma-norma cinta
yang lebih tinggi dan luhur
dari cinta materi ke cinta ruhani
dari cinta jasmaniah ke cinta ruhaniah
dari cinta duniawi ke cinta ukhrawi
dari cinta mencintai ciptaan
beralih mencintai
sang maha pencipta
sang maha cinta sejati
(22)
CINTA BUTA
dari cinta kasih badaniah,
bermula
berproses sedemikian rupa,
hingga
berpuncak pada cinta,
semata
tetap mencinta
meski renta dan buta
cinta…
buta.
(23)
PILU
padang tandus kepulkan debu
udara pengap tercium
tebarkan bau amis darah
terik matahari menjadi saksi
peristiwa kelam mencekam
tetap terus terkenang
sepanjang jaman
(24)
SERUAN DARI LANGIT
lepaskan tanganmu dari mata sahabat-Ku
matanya tertutup bersama nama-Ku
dan tidak akan dibukakan kembali
kecuali ketika ia menghadap-Ku nanti
jari-jari yang telah kaku bersama nama-Ku
tidak akan dibukakan
kecuali melalui perintah-Ku
(25)
SUARA BURUNG
janganlah kalian menyusahkan diri sendiri
dan menyusahkanku
cakar-cakarku telah tertancap di sudut peti mati ini
oleh paku cinta
itulah sebabnya aku hinggap disini
janganlah bersusah payah
sejak saat ini
jasadnya dirawat olah para Malaikat
jika bukan karena kegaduhan yang kalian buat,
niscaya jasad terbang ke angkasa
seperti elang putih bersama kami
(26)
ESENSI
pecinta dan yang dicinta
satu
menginginkan dan yang diinginkan
satu
yang mencari dan yang dicari
satu
(27)
TEMBANG KEPASTIAN
adalah memalukan
hari-hari berlalu tanpa kita
bunga-bunga akan mekar
dan musim semi akan tiba
musim panas
musim dingin
dan musim semi akan berlalu
dan kita akan menjadi
tanah dan debu
(28)
TAK KUASA
budi dikuasai nafsu
nafsu dikuasai sukma
sukma dikuasai rahsa
rahsa dikuasai cahaya
cahaya dikuasai hayya
hayya dikuasai...
tak kuasa.
(29)
ANGKARA MURKA
mencatat kejadian
memusatkan pikiran
menindas nafsu kemanusiaan
menyingkap tirai yang tak kelihatan
menutup tanda segala keadaan
sulit…
serba berbahaya
semua hadir disini
bagaikan wakil Tuhan
menguraikan kesengsaraan dunia
(30)
SANG PEMBISIK
jangan ditelan mentah-mentah
walau mungkin benar adanya
jangan dipercaya
kedudukan sang pembisik
bisikannya timbulkan kemunkaran
kemusyrikan
perpecahan antar umat manusia
berkelahi dan saling tuduh
atau curiga-mencurigai
tidak boleh percaya terhadap pernyataan
walau sekilas benar tampaknya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar